
Hosted by Gideon Salakory · EN

Terima kasih karena telah ada dalam senang Terima kasih karena telah ada dalam kesedihan, juga Terima kasih karena selalu memberi telinga untuk mendengarku Terima kasih karena selalu mengomeliku saat aku salah Terima kasih, kamu. Selamat mendengarkan.. ------------------------------------------ Hai, aku Gideon. Senang sekali bisa menceritakan segala hal yang ku lihat, dengar, dan rasakan yang kemudian ku tuangkan di dalam Catatan Kecilku. Subscribe dan nyalakan lonceng notifikasinya untuk mendapatkan informasi mengenai video-video terbaru aku ya. Sekarang aku juga memiliki buku pertama yang judulnya adalah Kelana Gideon. Kalian boleh beli bukunya dengan mengisi link form pemesanan buku Kelana Gideon : Form pemesanan buku Kelana Gideon : https://docs.google.com/forms/d/1iwNz8Cxw14YCI-RSiInH3fzvupAFByjcZTdvyhFIRtk/edit atau boleh mengabariku di : - @gideonsalakory (Instagram) - @justgideon__ (Instagram) - salakorygideon@gmail.com (Email) - @justgideon2 (Tiktok) Podcast Catatan Kecil juga tersedia di Spotify : https://open.spotify.com/show/7HLxUYXkvMOuchfHOBBDLy?si=H5Cy03a2QriKfSgMb3nC4Q Instrument this video: https://youtu.be/XqkfMVhYFFQ?si=cOOIlpt46E5Rk90y

Sekarang berat banget ya, semua telah berantakan dan bingung mau perbaiki dari mana dulu. Seperti bernapas dan jalani semuanya saja seperti begitu tanpa mengharap apa-apa lagi. Tidak tahu akan jadi apa kedepannya, tapi senang bisa dipimpin olehNya sampai detik ini. Selamat mendengarkan..

Rumah itu tempat ternyaman ya, bukan bangunan yang kumaksudkan. Rumah yang kumaksudkan adalah mereka yang kita sayang dan mereka yang selalu menantikan kita untuk pulang. Salah satu rumahku sekarang adalah dia. Dia begitu setia menemani hari-hariku, saling bercerita dan mendengar antara satu sama lain, saling marah-marahan dan saling tertawa bersama-sama. Maka kusebut dia sebagai rumahku. Terima kasih telah menjadi rumah. Selamat mendengarkan..

Nyaman banget ya karena berada di dalam zona kenyamanan, padahal kalau mau dikata impianmu di luar zona nyamanmu. Maka mau ngapain dong buat sampai ke Impian itu? Setiap dari kita masing-masing punya impiannya tersendiri, entah itu akan bagaimana kedepannya, tapi setidaknya, berjuang ya. Zona nyaman memang terasa menyenangkan, tapi akan ada penyesalan ketika telah berlalu. Menyesal karena takut untuk mencoba dan keluar dari zona kenyamanan. Selamat mendengarkan..

Ternyata aku telah sedewasa ini untuk berani menunggu kamu, walau raga nanti menjauh. Aku mulai mengerti bahwa tak semua harapan harus terjadi sekarang, jadi mencoba untuk saling setia dan fokus pada karir masing-masing adalah proses yang harus dilewati. Teruntuk kita, mari saling berharap walau raga tidak saling mendekat sekarang. Selamat mendengarkan..

Aku ingin belajar setia seperti cinta seorang ibu kepada anak. Mengenai nantinya suka atau duka yang akan diterima, tapi setidaknya aku telah memberikan yang terbaik dari diriku kepada kekasihku. “Setia itu ngga bullshit kok” Selamat mendengarkan..

Apa sih yang sedang aku, kamu, kita cari? Selamat mendengarkan..

Terkadang aku sering merasa capek dengan apa yang kulakukan sekarang. Sudah tahu bahwa yang dilakukan adalah kesalahan, tetapi tetap saja dilakukan. Sudah mendapatkan yang diinginkan, tetapi bukan yang dibutuhkan. Terkadang kalian sebagai para pendengar juga sering merasakan hal tersebut. Oleh karena itu, marilah perbaiki lagi yaa.. Selamat mendengarkan..

Aku merantau dari Maluku dan dia dari Manado, bertemu di Jakarta. Kami berdua pernah satu kelas dan awal perkenalan terjadi di kelas tersebut. Dia begitu manis sekali, dan aku begitu tekun melihatnya. Selamat mendengarkan..

Senang akhirnya ketika ada orang yang bisa menemani kita disaat suka maupun duka. Rasanya keluh seakan hilang tanpa arah perginya. Yang biasanya berantakan karena harus mengejar target ini dan itu, seakan semua teratur dan berkata “Kita selesaikan satu-satu ya”. Bukan berarti aku mengatakan bahwa kita harus memiliki kekasih baru disebut bahagia, kita dengan diri kita pun adalah adalah sesuatu yang bahagia. Akan tetapi, terkadang kita hanya perlu seseorang untuk mendengar apa yang kita ingin bicarakan. Terkadang kita terlalu berjalan jauh, makanya itu terkadang kita harus membutuhkan rumah untuk berteduh. Untuk itu, terima kasih untuk selalu ada.. Selamat mendengarkan..