

dulu gw pikir kalimat "the only thing matters is your happiness" adalah kalimat terklise di dunia, until i understand why some people love someone by letting them go

Istirahat sih...

dicoba, ya? dicoba untuk nggak selalu bergantung dengan rasa senang

gapapa, mungkin beberapa jarak diciptakan Tuhan bukan untuk ditempuh, tapi untuk dibiarkan. dibiarkan tetap jauh.

gapapa. karena mungkin, nggak ngerti adalah jawaban yang kita cari

karena pulang bukan tentang rasa nyaman, tapi tentang bertahan.

kalau kehilangan ujungnya cuma mengikhlaskan, berarti melihatnya bahagia dengan orang lain tidak masuk dalam perjanjian

beberapa hal baik memang harus dipindahkan dalam bentuk perpisahan

Kalau sampe diri sendiri juga hilang, berarti tiap kekhawatiran, masalah, sedih dan kecewa sudah gak ada lagi teman dan penyembuhnya. Itu bahaya. Lebih bahaya dari kesunyian itu sendiri.

Bukan semesta yang jahat, tapi kitanya yang nolak